Mama dan Telur Dadar...



Ada hubungan apa diantara mama dan telur dadar? Hehe, ini bukan  seperti saya mau melakukan suatu penelitian untuk menemukan hubungan liniear antara kedua hal tersebut. Ini pengalaman saya dengan mama saya. Topik ini sudah  dipikirkan lama, sebelum saya mulai menulis dan aktif didunia perblogeran ^^.
Jadi mari kembali ke topik, kenapa harus mama dan telur dadar ?, pertama mama bagi saya merupakan hal indah didalam hidup kecil saya ini, dari wanita yang saya panggil mama itulah, 24 tahun yang lalu saya dihadirkan ke dunia ini, dari wanita itulah saya mengenal kasih sayang dan cinta kasih, antara anak dan orang tua, sama saudara kandung saya dan juga dengan saudara-saudara yang lain, bahkan dengan lingkungan disekitar saya. Mama dengan sabar mengajarkan saya hal tersebut, bagi saya mama itulah perwujudtan nyata CINTA didunia didunia ini, mama terlalu indah bahkan untuk saya jabarkan melalui tulisan ini.Dan Telur dadar adalah makanan favorit saya sejak kecil, dan pasti bagi saya telur dadar buatan mama tidak ada duanya dan tidak tersaingi, jadi disuatu hari pada pertengahan bulan Agustus tahun 2014, yang pada waktu itu saya sedang liburan semester di rumah, pada hari itu saya harus balik lagi ke Malang, kota saya menimba ilmu. Singkat cerita saya harus balik dengan penerbangan jam 06.00 WIT, jadi dari subuh saya sudah harus bersiap diri. Sekitar pukul setengah 3 pagi saya merasa lapar dan sangat ingin sekali makan makanan favorit saya, si telur dadar itu.... Jadi saya bangunkan mama untuk hanya sekedar memubatkan telur dadar untuk anaknya yang hendak beranjak  pergi ke pulau seberang ini, mama saya bangunkan, tapi karena mungkin kecapaian dan masi mengantuk juga, mama menolak dengan halus untuk tidak mengabulkan permintaan saya itu, dan saya mulai DRAMA, mulai melankolis, mulai manja dan merajuk L.... Saya sampai tidak mau bicara sama mama, tidak mau melihat wajah mama, bahkan didalam mobil menuju bandara saya tetap diam, dengan ekspresi datar yang menjengkelkan khas saya.
Dan tiba bandara, saya mulai menyiapkan barang bawaan saya dan segera menuju konter untuk melakukan boarding pass , dan terjadilah peristiwa yang sampai sekarang menjadi penyesalan terbesar saya L . Saya berjalan tanpa pamit sama mama, dan saat saya membelakangi beliau untuk berjalan ke arah yang berlawanan, mama memangil, kaka... dan seketika semua pertahanan saya mulai luluh, saya mulai berbalik dan berpamitan dengan mama, mama mulai menangis, dan ada sedikit tatapan penyesalan, dan permintaan maaf, karena tidak sempat mengabulkan permintaan terakhir saya sebelum berangkat, mama pelan-pelan melangkah maju dengan gestur tubuh ingin meraih dan memeluk saya,tapi dengan angkuh dan egoisnya saya menolak pelukan itu, dan saya berbalik ke arah yang berlawanan tanpa memalingkan wajah. kedua ujung mata saya mulai menghangat, yang berarti sebantar lagi tangisan saya pecah, dan pas sudah didalam pesawat, saya mulai menangis sejadi-jadinya. Saya paling bisa mengacukan mama, tapi karena teluru dadar, sepotong telur dadar saya mengacukan mama saya, yang sampai pada hari ini merupakan penyesalan terbesar saya, kenapa saya tidak berbalik saja dan memeluk mama ?  rasanya  sudah terlambat untuk meminta maaf, untuk sekedar bilang sayang  ke mama. Kini mama sudah berada di tempat yang baik sekrang, beristirahatlah dengan tenang mama, semoga mama memaafkan saya dengan insiden telur dadar waktu itu, saya disini memelukmu  mama setiap hari dengan Doa.

Komentar